Perpustakaan sekolah

January 28, 2013 on 4:44 am | In Uncategorized | No Comments

Sebagai gudang buku, perpustakaan memang menyimpan banyak ilmu. Dari sanalah sumber ilmu pengetahuan berasal, termasuk perpustakaan yang ada di sekolah. Tidak heran, untuk memperingati pentingnya perpustakaan sekolah, sebuah organisasi memproklamasikan adanya Hari Perpustakaan Sekolah Internasional.
Asal Mula Hari Perpustakaan Sekolah Internasional

International Association of School Librarianship (IASL) merupakan organisasi internasional yang p-ertama mencetus adanya Hari Perpustakaan Sekolah Internasional, di tahun 1999. Perayaan pertama dilakukan pada 18 Oktober 1999, dengan tema “A Day in Life…”.  Tujuan dari adanya Hari Perpustakaan Sekolah Internasional adalah menjadikan perpustakaan sekolah semakin berperan dalam pendidikan sekolah. Terlebih, diharapkan semua perpustakaan sekolah di berbagai negara semakin berkembang.

Perayaan Hari Perpustakaan Sekolah Internasional
Ada sejumlah kegiatan yang bisa kita lakukan untuk meramaikan Hari Perpustakaan Sekolah Internasional.

1. Menghias perpustakaan sekolah
Untuk menciptakan suasana meriah, kita bisa menghias ruang perpustakaan sekolah. Mintalah izin kepada pihak sekolah untuk menempel hiasan bertemakan perpustakaan. Kita juga bisa mencantumkan logo Hari Perpustakaan Sekolah Internasional yang dapat diunduh di www.iasl-online.org.

2. Lomba menulis artikel
Lomba menulis artikel dapat menjadi pilihan kegiatan yang menarik sekaligus menantang! Sediakan tema-tema seputar perpustakaan, seperti “Perpustakaan Impianku”. Tulisan yang paling baik bisa mendapat hadiah, serta dipajang di majalah dinding atau koran sekolah.

3. Lomba merancang logo
Logo tentunya memiliki makna penting. Membuat logo pun tidaklah mudah. Sebagai bentuk kepedulian terhadap perpustakaan sekolah, kita bisa membuat lomba merancang logo, yang nantinya mungkin bisa menjadi logo perpustakaan di sekolah kita.

4. Menjadi pustakawan
Tidak ada salahnya belajar menjadi pustakawan, yakni ahli perpustakaan. Pada Hari Perpustakaan Sekolah Internasional, kita bisa “magang” di perpustakaan sekolah untuk mengetahui tata cara pengelolaannya. Misalnya, cara menomori buku, cara mengelompokkan buku, dan alur peminjaman buku.

5. Menyumbangkan buku
Sahabat Bravo!, inilah saatnya “mengeluarkan” buku yang menumpuk di gudang. Alih-alih membuat penuh ruangan, ada baiknya bila kita sumbangkan buku-buku tersebut ke perpustakaan. Tak hanya untuk perpustakaan yang ada di sekolah, buku-buku layak baca itu pun bisa kita sumbangkan ke perpustakaan lain yang membutuhkan. Buku-buku tersebut pastinya akan lebih bermanfaat.

Tahukah kamu?
Terbatasnya dana membuat banyak sekolah di Indonesia tak memiliki ruang baca seperti yang ada di sekolahmu. Agar siswa bisa tetap membaca, sejumlah orang dan organisasi mendirikan perpustakaan “dadakan”. Beda dengan perpustakaan pada umumnya yang menggunakan sebuah ruangan, perpustakaan dadakan ini menggunakan kendaraan sebagai tempat menyimpan koleksinya, seperti berikut.

- Perpustakaan sepeda keliling
Perpustakaan sepeda keliling dapat kita temukan di Bogor, Jawa Barat. Perpustakaan ini dibuat oleh Kiswanti, yang memiliki koleksi hampir 2.000 buku. Setiap hari Rabu dan Sabtu, perpustakaan sepeda yang dikendarai Kiswanti menyusuri jalan sepanjang 5-9 kilometer. Buku-buku tersebut memiliki jenis beragam, termasuk buku pelajaran.

- Perpustakaan motor keliling

Tak hanya sepeda, motor pun bisa dijadikan perpustakaan. Di sejumlah tempat, seperti di Solo, terdapat perpustakaan motor keliling. Agar dapat menampung buku-buku koleksi, bagian belakang motor dilengkapi dengan rak atau lemari. Tujuan dari perpustakaan motor keliling ini adalah mengunjungi sekolah-sekolah yang tidak bisa dijangkau oleh mobil, seperti di pedesaan.

- Perpustakaan mobil keliling
Mobil pun dapat diubah menjadi perpustakaan! Sejumlah organisasi dan instansi tertentu membuat perpustakaan mobil keliling. Biasanya, perpustakaan mobil ini akan berhenti di pusat keramaian, seperti sekolah, tempat wisata, ataupun taman kota. Di Jakarta, mobil perpustakaan cukup banyak ditemukan. Salah satunya adalah mobil yang dimiliki oleh Perpustakaan Nasional Indonesia.

-  Perpustakaan kapal keliling
Tak hanya di wilayah darat, di wilayah perairan pun terdapat perpustakaan. Untuk menjamah tema-teman yang tinggal di pesisir, kapal perpustakaan pun disediakan. Beberapa daerah di Indonesia yang dikunjungi oleh kapal perpustakaan keliling antara lain Bintan, Ternate, dan Wakatobi. Di Wakatobi, sebuah kapal perpustakaan keliling bisa memiliki koleksi hingga 2.000 buku! (Nisa)

Sumber : http://www.majalahbravo.com/artikel/wawasan/498-perpustakaan-sekolah

Niat dan Kiat Menumbuhkan Rasa Cinta Terhadap Perpustakaan yang Berujung pada Manfaat

January 9, 2013 on 4:07 am | In Uncategorized | No Comments

Membaca adalah jendela dunia, tentunya merupakan kalimat yang sudah tidak asing lagi ditelinga dan dimata kita. Banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari membaca, salah satunya ialah dengan membaca, pengetahuan seeorang akan bertambah. Pengetahuan itulah yang akan mencerdaskan bangsa ini. Kita dapat menemukan berbagai macam jenis buku di perpustakaan sehingga perpustakaan layak dijadikan tempat favorit untuk mencerdaskan kehidupan kita. Akan tetapi, seberapa banyak dari masyarakat Indonesia yang suka pergi ke perpustkaan untuk membaca dan merasakan manfaat lainnya dari perpustkaan?

Gaya hidup mayarakat Indonesia yang suka menonton televisi dan mengobrol berjam-jam membuat orang tidak memiliki waktu dan malas untuk membaca, apalagi sekarang sedang marak situs jejaring pertemanan yang semakin memfasilitasi orang untuk menghabiskan waktu hanya untuk ngobrol. Jangankan untuk membaca buku-buku umum, membaca buku pelajaran atau buku kuliah saja masih banyak pelajar dan mahasiswa yang harus dipaksa oleh orang tua. Itu saja jika mereka kuliah dan sekolah dengan didampingi langsung oleh orang tua. Bagaimana dengan mahasiswa dan pelajar yang tidak tinggal dengan otang tua atau kos? Banyak yang masih memilih menghabiskan waktu untuk jalan-jalan di pusat perbelanjaan daripada ke perpustakaan untuk meminjam buku dan membaca.

Apabila kondisi ini dibiarkan, maka generasi nol membaca sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, diperlukan cara untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap membaca dan perpustakaan. Perpustakaan merupakan tempat yang paling efektif untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap membaca karena suasana di perpustakaan seolah-olah memberi sugesti tesendiri bagi setiap pengunjung untuk mencintai buku-buku yang ada di sana. Hal itu karena buku-buku tersebut memberikan kekayaan yang sungguh berharga yaitu ilmu sehingga sangat penting untuk memiliki rasa cinta terhadap perpustakaan.

B. Permasalahan

Bedasarkan hal-hal yang telah diuraikan dalam pendahuluan di atas, yang menjadi permasalahan dalam masyarakat adalah kurangnya rasa cinta terhadap perpustkaan sehingga perlu dicari jawaban dari permasalahan ini, yaitu bagaimana menumbuhkan rasa cinta terhadap perpustakaan?

C. Tujuan

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menumbuhakan rasa cinta terhadap perpustakaan yang berarti juga cinta terhadap membaca.

D. Landasan Teori

Teori yang relevan dengan tulisan ini meliputi pengertian menumbuhkan, cinta, dan perpustakaan. Berikut ini merupakan uraian dari teori tersebut.

1.       Pengertian Niat dan Kiat

Kamus besar bahasa Indonesia memaparkan pengertian niat dan kiat sebagai berikut. Niat adalah a. maksud dan tujuan suatu perbuatan, b. kehendak (keinginan hati) akan melakukan sesuatu (KBBI, 2005: 782) sedangkan kiat adalah akal (seni atau cara) melakukan, taktik (KBBI, 2005: 566).

Berdasarkan pngertian di atas, dalam makalah ini untuk melakukan atau menumbuhkan rasa cinta terhadap perpustakaan diperlukan niat.

2.       Pengertian menumbuhkan

Kata menumbuhkan berasal dari kata dasar tumbuh yang mendapat imbuhan me-kan. Pengertian tumbuh adalah timbul (hidup) dan bertambah besar atau sempurna (KBBI, 2009: 1220), sedangkan imbuhan dalam kata menumbuhkan berarti membuat jadi (perbuatan aktif  yang sengaja dilakukan). Berdasarkan pengertian tersebut, arti kata menumbuhkan dalam makalah ini ialah menimbulkan dengan sengaja perasaan cinta terhadap perpustakaan.

3.       Pengertian Cinta

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 214) mengungkapkan pengertian cinta, yaitu suka sekali, sayang benar. Pengertian cinta yang dimaksud dalam tulisan ini adalah suka sekali terhadap membaca atau perpustakaan.

4.       Perpustakaan

a. Pengertian Perpustakaan

Pengertian perpustakaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 912), yaitu

1)       tempat, gedung, ruang yang disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku,

2)       koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya yang disimpan untuk dibaca, dipelajari, dibicarakan.

Pengertian yang lain tentang perpustakaan juga dipaparkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan. Pengertian perpustakaan dalam undang-undang tersebut disebutkan dalam pasal 1 ayat 1, yaitu institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, rekreasi para pemustaka. Koleksi perpustkaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan yang dihimpun, diolah, dan dilayankan (ayat 2).

Berdasarkan pengertian perpustakaan yang telah dipaparkan di atas, perpustakaan adalah tempat atau koleksi buku yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan bagi manusia.

b. Jenis-Jenis Perpustakaan

Jenis-jenis perpustakaan yang dipaparkan di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 pasal 1 tentang perpustakaan yaitu sebagai berikut.

1)       Perpustakaan nasional adalah lembaga pemerintah non departemen (LPND) yang melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perputakaan yang berfungsi sebagai perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian, dan pusat jejaring perpustakaan, serta berkedudukan di ibukota negara (ayat 5).

2)       Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi (ayat 6).

3)       Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, atau organisasi lain (ayat 7).

c. Fungsi Perpustakaan

Fungsi perpustakaan dipaparkan di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 pasal 3 tentang perpustakaan yaitu sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa.

E. Pembahasan

Ada segudang alasan seseorang untuk pergi ke perpustakaan dan ada segudang pula alasan seseorang untuk tidak pergi ke perpustakaan. Baik untuk orang yang sudah sering, jarang, atau tidak pernah sama sekali ke perpustakaan, fakta yang harus disadari oleh kita semua adalah perpustakaan itu menympan sejuta rahasia pengetahuan yang luar biasa. Rahasia yang hanya bisa diketahui oleh orang-orang yang mau membukanya dan rahasia itu membawa dampak yang luar biasa terhadap manusia. Pengetahuan, itulah rahasia besar yang tersimpan di dalam perpustakaan, mungkin hal itu sudah dirasakan oleh orang-orang yang sudah mencintai perpustakaan, tetapi bagaimana dengan yang belum mencintai perpustakaan?

Tresno jalaran saka kulino (cinta karena terbiasa) merupakan pepatah jawa yang pernah dialami oleh beberapa pasang pemuda. Perasaan cinta itu tumbuh karena terbiasa bertemu, terbiasa menghabiskan waktu bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan tertentu, dan lain-lain. Begitu juga dengan relasi antara seseorang dengan perpustakaan, apabila seseorang benar-benar malas untuk pergi ke perputakaan, langkah yang harus ia lakukan adalah memulai untuk ke perpustakaan. Kiat ini mungkin terkesan memaksa, tetapi terkadang hal ini perlu untuk membuat bangsa ini maju.

Kiat yang sepertinya memaksa ini misalnya ke perpustakaan karena harus mencari referensi untuk mengerjakan tugas sekolah atau sekolah. Akan tetapi ketika seseorang sudah masuk ke perpustakaan meskipun melalui cara ini, apabila hal itu sering dilakukan, maka perasaan cinta terhadap perpustakaan itu akan muncul karena akhiramya ia dapat merasakan manfaat perpustakaan.

Manfaat meluangkan waktu di perpustakaan untuk membaca dan meminjam buku-buku adalah sebagai berikut.

1.       Mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang hal-hal umum atau disiplin ilmu tertentu sehingga membentuk pandangan atau wawasan yang luas dalam pikiran seseorang.

2.       Mendapatkan kesegaran (dapat berekreasi) melalui buku-buku tertentu dan menyehatkan.

3.       Mendapatkan ide atau gagasan yang dapat diwujudakan dalam suatu karya (membuat manusia menjadi produktif).

4.       Membentuk manusia untuk menjadi pribadi yang bijaksana.

Apabila seseorang sudah merasakan manfaat perpustakaan, maka bukan dengan paksaan lagi ia masuk ke perpustakaan, melainkan dengan hati yang tersenyum (niat tulus) karena ia tahu bahwa ada sesuatu yang lebih besar yang ia dapatkan dari waktu yang diluangkannya itu.

Hal-hal praktis untuk merasakan manfaat perpustakaan dengan maksimal adalah sebagai berikut.

1.       Jadilah anggota perpustakaan di lingkungan Anda (sekolah, universitas, kabupaten, dan lain-lain).

2.       Lihatlah buku-buku dengan teliti dan buat tujuan-tujuan yang akan dicapai setiap akan meminjam buku sehingga tidak bingung (karena jumlah peminjaman terbatas).

3.       Luangkan waktu secara teratur untuk meminjam, membaca, bahkan mencatat hal-hal inti bacaan.

4.       Tuangkan setiap ide atau gagasan yang Anda peroleh dalam suatu karya (artikel, puisi, cerpen, atau karya sastra lainnya).

5.       Jadikan perpustakaan sebagai salah satu tempat favorit dalam kehidupan Anda.

6.       Investasikan uang Anda untuk membeli buku-buku yang bermanfaat, inventariskan buku-buku tersebut sehingga Anda bisa memiliki perputakaan yang diwariskan untuk anak cucu Anda kelak.

F. Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hal-hal yang telah dipaparkan di dalam pembahasan, mulailah menginvestasikan waktu untuk membaca dan meminjam buku di perpustakaan untuk mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar dari waktu yang telah kita luangkan. Milikilah niat untuk mencintai perpustakaan yang diwujudkan dalam suatu kiat nyata.

Saran untuk penulis lain yang akan membahas hal yang sama dengan tulisan ini ialah dapat memaparkan pengenalan perpustakaan pada anak usia dini dan lain-lain.

 

 

G. Daftar Pustaka

Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

UURI no 43 tahun 2007 tentang perpustakaan

Penulis: Elizabeth Ria Yulita

Banguntapan, Bantul, Yogyakarta

Sumber : http://www.pemustaka.com/niat-dan-kiat-menumbuhkan-rasa-cinta-terhadap-perpustakaan-yang-berujung-pada-manfaat.html#_